Munir Said Thalib sudah 8 Tahun pengabaian kasus kematian pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) Munir oleh negara mencerminkan kealpaan negara dan buruknya penegakan HAM di Indonesia. Selama delapan tahun perjalan ujian sejarah kematian Munir yang disampaikan oleh Presiden SBY, “Test of Our History”, penyelesaian kasus Munir belum memberikan rasa keadilan bagi keluarganya dan bagi warga negara Indonesia yang terhentak atas berbagai kasus kejahatan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Kasus Munir juga mencederai keinginan rakyat di dalam penegakan HAM atas kasus-kasus pelanggaran HAM yang pernah dilakukan oleh negara sejak kejahatan kemanusiaan 1965. Bagi Kita (Rakyat Indonesia) gerakan melawan lupa atas penuntasan kasus Munir merupakan keniscayaan.

pembunuhan Munir yang dilakukan secara terencana dan sistematis tidak hanya begitu saja menjerat orang-orang yang disebutkan sebagai oknum di beberapa lembaga Pemerintahan dan BUMN. Pembunuhan Munir yang sistematis dan terencana itu adalah Tanggung Jawab Negara secara institusional. Negara harus menjelaskan kepada publik mengenai keterlibatan institusinya dan bebarapa agennya yang mengetahui terlibat secara langsung maupun tidak langsung.